Harga emas dunia diperkirakan akan mengalami tekanan pada pekan ini, menyusul penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya ketegangan perang dagang antara AS dan China. Kondisi ini berpotensi menyeret harga emas ke level terendah dalam tiga minggu terakhir, menurut para analis.
Pada Jumat, 2 Mei 2025, harga emas ditutup melemah tipis sebesar 0,12% menjadi US$ 3.240,5 per troy ounce. Penurunan ini terjadi di tengah sentimen positif terhadap dolar AS dan perkembangan terbaru dalam hubungan dagang dua negara ekonomi terbesar dunia.
Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaib menyampaikan bahwa tekanan harga emas masih akan berlanjut hingga menembus level psikologis US$ 3.175. Apabila level ini berhasil dijebol, maka emas berpotensi menyentuh US$ 3.100, yang terakhir tercatat pada 10 April 2025.
“Namun, apabila level krusial ini tidak berhasil dijebol, ada kemungkinan harga emas akan naik lagi,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (4/5/2025).
Indeks dolar AS diperkirakan akan terus menguat menuju level 102 pada pekan ini. Dalam kondisi normal, penguatan dolar seringkali membuat harga emas melemah karena emas menjadi lebih mahal bagi investor non-AS.
“Saat ini kembali ke fundamental. Perang dagang mereda dan dolar menguat, harga emas pun turun,” jelas Ibrahim.
Meredanya ketegangan perang dagang juga menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. AS dan China baru saja menyepakati pembebasan bea masuk untuk beberapa produk China yang lebih murah. Namun kesepakatan ini masih bersifat terbatas.
Meskipun harga emas berpeluang turun dalam jangka pendek, prospek jangka menengah dan panjang masih positif. Ibrahim mencatat bahwa ketidakpastian geopolitik masih tinggi, terutama di:
Eropa Timur (perang Rusia-Ukraina)
Timur Tengah, khususnya situasi di Gaza antara Israel dan Palestina
Fund manager besar disebut sedang melakukan aksi taking profit hingga harga menyentuh US$ 3.100. Setelah itu, mereka diprediksi akan kembali masuk ke pasar, dengan target jangka panjang harga emas bisa mencapai US$ 3.500 per troy ounce.
Ibrahim menyarankan agar investor tetap mempertahankan emas sebagai aset investasi jangka panjang, minimal dalam kurun waktu 3–5 tahun. Kesadaran masyarakat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai (hedging asset) semakin tinggi, bukan sekadar untuk spekulasi jangka pendek.
Harga emas dunia saat ini tengah menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan perkembangan positif dalam perang dagang AS–China. Namun, potensi konflik geopolitik yang masih tinggi membuka peluang harga emas untuk naik kembali dalam jangka menengah hingga panjang.
Investor disarankan tetap tenang dan menjadikan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio jangka panjang.
harga emas dunia 2025
prediksi harga emas hari ini
harga emas turun karena dolar
tren harga emas internasional
prospek emas jangka panjang
perang dagang dan harga emas
0 Comments