Tempe diyakini berasal dari Pulau Jawa, Indonesia. Menurut beberapa sumber, tempe sudah ada sejak abad ke-12 atau ke-13, seperti yang tercantum dalam naskah Jawa Kuno, Serat Sri Tanjung.
Pada masa itu, masyarakat Jawa mulai membuat tempe dengan cara mengfermentasi kedelai (Glycine max) menggunakan jamur Rhizopus oligosporus, yang berkembang di permukaan kedelai yang telah direndam dan ditambah ragi. Proses fermentasi ini membuat tempe menjadi lebih mudah dicerna dan memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan kedelai mentah.
Tempe awalnya dibuat di rumah-rumah penduduk sebagai salah satu cara untuk mengolah kedelai, yang ketika itu menjadi komoditas penting di Jawa. Pada masa kolonial Belanda, tempe mulai dikenal oleh orang Eropa yang tinggal di Hindia Belanda. Di luar Indonesia, tempe mulai populer di negara-negara Barat pada akhir abad ke-20, terutama di kalangan vegetarian dan mereka yang menginginkan sumber protein nabati.
Saat ini, tempe telah mendunia dan dikenal sebagai makanan sehat bahkan disebut sebagai superfood yang kaya nutrisi. Banyak negara di luar Indonesia yang mulai memproduksi dan mengonsumsi tempe sebagai alternatif protein nabati.
Tempe, makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasi, memang bisa dianggap sebagai superfood! Berikut adalah beberapa alasan mengapa tempe layak disebut sebagai superfood:
Secara keseluruhan, tempe adalah pilihan makanan yang bergizi dan bisa menjadi bagian penting dari diet yang sehat. ️
Tulisan lain :
0 Comments